manfaat rokok bagi kesehatan


Beberapa Manfaat Roko Bagi Kesehatan


Manfaat rokok ini sudah teruji secara ilmiah, bukan kampanye maupun iklan titipan, murni ilmu pengetahuan.
Setiap hari kita selalu ditakut-takuti mengenai bahaya asap tembakau bagi kesehatan. Bila ada yang mencoba menjelaskan tembakau juga bisa bermanfaat bagi kesehatan, segera dibuli karena dianggap tidak ilmiah, kurang baca, atau dituduh yang bicara adalah perokok hingga perlu pembelaan.
Fakta, saya bukan perokok, bukan pendukung rokok, juga bukan pendukung anti-rokok. Jika ada yang merokok atau tidak itu terserah selera masing-masing.
Menuliskan artikel ini demi keseimbangan informasi, karena setiap hari kita disuguhi berita-berita yang menakutkan mengenai rokok
Artikel ini juga agar kita tidak terlalu menyalahkan rokok terhadap apapun penyakit yang menimpa, hingga abai terhadap benda lain yang juga bisa lebih berbahaya bagi kesehatan. Misalnya : polusi udara kendaraan, gas CO, gula, gandum, daging dll.
Berikut ini adalah manfaat-manfaat rokok yang terbukti secara ilmiah
1. Tembakau adalah obat kanker dan berbagai penyakit
Sudah pernahkah anda mendengar metode penyembuhan kanker dan penyakit lain dengan membalur tubuh pasien dengan tembakau serta asap tembakau yang begitu pekat.
Metode itu terbukti ampuh mengobati kanker kronis dan penyakit lainnya, yang mengobati adalah seorang dokter dan ilmuwan yang bisa dipercaya kelayakan ilmunya. Adalah dokter Gretha dan Prof Sutiman (ahli biologi dan fisika) yang keduanya membuka klinik di Malang.
Seorang pasien dalam pengobatan menggunakan tembakau
2. Merokok Mencegah Anemia
Dikutip dari The Journal of Biological Chemistry, sebuah kasus animea yang parah terjadi akibat mutasi hemoglobin yang diturunkan secara genetis.
Si ayah adalah seorang perokok dan putrinya bukan perokok, keduanya mengalami mutasi ginetis pada gen mereka.
Pada anak, dia mengalami animea sedangkan ayahnya meskipun memiliki kondisi hemoglobin yang sama tidak menunjukan gejala aniema.

3. Merokok Sangat Membantu penderita skizofrenia
Pernyataan ini pernah saya tulis sebelumnya, meskipun saat itu saya sendiri tidak tahu alasan ilmiah yang pasti.
Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan, hingga penderitanya mengalami halusinasi (gila). Pernah melihat orang gila bejalan-jalan sambil merokok? saya belum pernah menemuinya.
Dilingkungan saya ada penderita skizofrenia, bila gangguan itu muncul, dia bisa berjalan dan berbicara tanpa arah.
Cara membantunya mudah, para tetangga biasanya memberikan dia rokok dan korek, cukup habis sebatang dua batang, dia mulai duduk, tertidur, dan berangsur pulih ingatannya.
Ilustrasi penderita gangguan mental skizofrenia
Ini adalah penjelasan ilmiah nya: Satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa nikotin pada rokok dapat meningkatkan zat yang bisa memeperlambat bagian otak yang bertangung jawab pada masalah memori dan masalah dengan pengambilan keputusan pada pasien skizofrenia.
Periset menemukan bahwa zat kimia dalam rokok bekerja pada reseptor otak tertentu dan membantu memulihkan fungsi kognitif dan menormalkan otak. Jika mau lihat studinya, silakan kunjungi link ini http://www.medicaldaily.com/g00/schizophrenia-research-2017-nicotine-may-normalize-brain-activity-explaining-409210?i10c
4. Merokok Bisa Mencegah Dan Bagus Untuk Penderita Parkinson
Silakan cari datanya, semakin negara minim perokok, semakin banyak orang yang mengalami parkinson.
Penasihat Neurologi melaporkan bahwa “perokok aktif memiliki risiko PD terendah, diikuti oleh mantan perokok, sementara orang yang tidak pernah merokok memiliki risiko tertinggi.”
Nikotin juga dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk gejala penyakit Parkinson. Jika tidak percaya ini adalah link nya http://www.neurologyadvisor.com/movement-disorders/parkinsons-disease-smoking-nicotine-tobacco-use-neuroprotective/article/458995/

Di penelitian yang lain, juga memiliki kesimpulan yang sama.
Studi terbaru yang dilakukan dengan baik diterbitkan dalam jurnal Neurology edisi Maret 2010. Semakin lama kamu merokok (bertahun-tahun), semakin rendah resiko dirimi terkena parkinson.
Peneliti Harvard termasuk yang pertama memberikan bukti meyakinkan bahwa perokok cenderung tidak mengembangkan parkinson.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Neurology pada bulan Maret 2007, para peneliti ini menemukan efek perlindungan berkurang setelah perokok berhenti merokok. Jadi merokoklah, biar dirimu tidak terkena parkinson.
5. Merokok Mencegah Osteoporosis
Dari University of Adelaide di Australia, muncul dalam jurnal Arthritis & Rheumatism edisi Juli. Setelah melakukan melakukan penelitan pada pasien yang mengalami Arthritis. Operasi lutut akibat arthritis banyak dialami oleh pelari dan orang gemuk, semuanya tidak merokok. Para perokok yang tidak suka lari, punya satu masalh yaitu kegemukan tapi tanpa arthritis. Sampai saat ini para meneliti efek rokok pada perlindungan terhadap osteoporosis begitu nyata.
Kondisi tulang akibat osteoporosis
6. Menurunkan Resiko Obesitas
Merokok – dan, khususnya, nikotin dalam asap rokok – adalah penekan nafsu makan. Ini telah dikenal berabad-abad, berasal dari budaya asli Amerika di era pra-Columbus.
Perusahaan tembakau  pada tahun 1920an, mulai menargetkan wanita dengan daya tarik bahwa merokok akan membuat mereka lebih kurus.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Fisiology & Behavior edisi Juli 2011, sebenarnya adalah salah satu dari banyak yang menyatakan bahwa kenaikan berat badan yang tak terelakkan saat berhenti merokok merupakan hambatan utama dalam membuat orang berhenti, kedua setelah kecanduan.

Nikotin membantu menekan rasa lapar
Hubungan antara merokok dan kontrol berat badan adalah kompleks: Nikotin itu sendiri bertindak baik sebagai stimulan dan penekan nafsu makan; dan tindakan merokok memicu modifikasi perilaku yang mendorong perokok untuk ngemil kurang.
Merokok juga bisa membuat makanan kurang enak, hingga bisa membatasi nafsu makan. Sebagai penekan nafsu makan, nikotin tampaknya bertindak berdasarkan bagian otak yang disebut hipotalamus, setidaknya pada tikus, seperti yang diungkapkan dalam sebuah penelitian oleh para peneliti Yale yang diterbitkan dalam jurnal Science edisi 10 Juni 2011.
7. Menurunkan Resiko Kematian Pada Serangan Jantung
Faktanya, para perokok ternyata memiliki tingkat kematian lebih rendah saat orang mengalami serangan jantung dan respon yang lebih baik terhadap dua jenis terapi untuk menghilangkan plak dari arteri mereka: terapi fibrinolitik, yang pada dasarnya adalah dengan pemberian obat; dan angioplasty, yang menghilangkan plak dengan memasukkan balon atau stent ke arteri.
Alasan mengapa perokok mengalami serangan jantung adalah, karena asap melukai arteri dan membuat lemak menempel di satu tempat.
Pada non-perokok lemak menempel pada berbagai tempat. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Journal edisi Agustus 2005, peneliti masih dibuat bingung mengenai kondisi tersebut.
8. Merokok Membuat Obat Jantunng clopidogrel Menjadi Lebih Ampuh
Sebuah studi oleh periset Korea dalam jurnal Thrombosis Research edisi Oktober 2010 dibuat berdasarkan penelitian oleh para peneliti Harvard yang diterbitkan pada tahun 2009 menunjukkan manfaat merokok setidaknya 10 batang rokok sehari.
Tampaknya ada sesuatu pada asap rokok yang mengaktifkan protein tertentu yang disebut sitokrom, yang mengubah clopidogrel menjadi keadaan yang lebih aktif.
Artikel ini bukan untuk membuatmu menjadi perokok. Merokok atau tidak itu terserah kebutuhannmu. Bagi saya rokok sama saja seperti benda konsumsi lainnya, seperti kopi, teh, susu dimana orang tersebut mengkonsumsi karena suka.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

bahaya makanan cepat saji